Bingung Pilih TOEFL atau IELTS untuk Beasiswa? Simak Perbandingannya!

Fadhilah Nur Ardiyani

November 4, 2026

8
Min Read
toefl atau ielts untuk beasiswa

Mr.BOB Academia – Menyiapkan berkas beasiswa luar negeri memang menguras tenaga, mulai dari esai hingga surat rekomendasi. Namun, urusan sertifikat bahasa Inggris seringkali jadi beban terberat. Kamu mungkin bingung memilih antara TOEFL atau IELTS. Mengingat biaya tesnya cukup mahal, salah pilih tentu membuang uang dan waktu berhargamu. Agar langkahmu makin mantap, yuk kita bedah perbandingannya secara sederhana supaya kamu bisa menentukan pilihan yang paling tepat untuk kampus impianmu. 

toefl atau ielts untuk beasiswa

Mengenal Garis Besar TOEFL dan IELTS

Menentukan TOEFL atau IELTS untuk beasiswa perlu dimulai dari pemahaman mendasar. Keduanya punya gaya serta karakter berbeda, sehingga kamu wajib mengenali keunikan masing-masing agar tidak salah menentukan pilihan belajarmu.

Mengenal TOEFL

TOEFL, khususnya TOEFL iBT, dikembangkan oleh lembaga asal Amerika Serikat dengan format ujian berbasis komputer. Tes ini dirancang menyerupai suasana perkuliahan nyata di kampus Amerika. Kamu akan banyak mendengarkan ceramah profesor dan merangkum materi akademik. Tes ini sangat cocok untuk kamu yang terbiasa membaca dan mengetik di layar.

Mengenal IELTS

IELTS dikelola oleh institusi asal Inggris dan Australia dengan pendekatan komunikasi yang terasa lebih alami. Tes ini banyak menggunakan aksen British serta negara persemakmuran. Kamu diuji menggunakan bahasa Inggris dalam konteks perkuliahan nyata, termasuk berbicara langsung dengan penguji manusia. Tes ini pas untuk kamu yang menyukai interaksi tatap muka.

Baca juga : Lebih Baik TOEFL atau IELTS untuk Kerja? Ini Panduan Lengkap Sebelum Ambil Tes

Berdasarkan Format Ujian

Memilih TOEFL atau IELTS mirip memilih jenis mobil: transmisi otomatis serba digital atau kendali manual yang presisi? Format kedua ujian ini sangat berbeda, jadi kamu perlu tahu mana yang paling cocok dengan gaya belajar serta caramu mengerjakan soal. 

Sistem Penilaian dan Skala Skor

Skor TOEFL iBT memakai skala angka 0–120 dari total empat bagian ujian. Penilaian ini sangat rinci dan detail. Sementara itu, IELTS menerapkan sistem pita skor (Band Score) dari skala 0–9.0. Sistem IELTS terasa lebih memaafkan karena kelemahan di satu modul masih bisa terbantu oleh keunggulan modul lainnya. 

Listening: Dialog Komputer vs Aksen Global yang Menantang

Pada sesi mendengarkan TOEFL, kamu menyimak percakapan kampus lewat rekaman audio tanpa melihat soal terlebih dahulu, lalu menjawab pilihan ganda. Di IELTS, kamu bisa membaca soal lebih dulu sebelum audio diputar. Namun, kamu harus jeli menangkap ejaan kata kunci di tengah berbagai aksen global seperti British dan Australia. 

Reading: Teks Ilmiah Kompleks vs Keragaman Topik Konseptual

Bagian membaca TOEFL menghadirkan artikel ilmiah panjang dengan seluruh soal berbentuk pilihan ganda di komputer. Kuncinya ada pada penguasaan kosakata akademik. Sedangkan IELTS menguji logika lewat artikel jurnal dan variasi soal menjebak, terutama format True/False/Not Given, yang menuntut kamu membedakan antara fakta keliru dan informasi yang tidak dibahas. 

Writing: Adu Kecepatan Mengetik vs Ketajaman Struktur Opini Manual

Seksi menulis TOEFL menuntut kamu mengetik cepat di komputer untuk merangkum materi dan berargumen di forum diskusi kelas. Sementara pada IELTS, kamu wajib menganalisis data visual seperti grafik atau diagram, lalu menyusun esai argumentatif panjang dengan struktur alur berpikir yang rapi, runtut, serta pilihan kata formal. 

Baca juga : 11 Aplikasi Belajar IELTS Gratis untuk Raih Skor IELTS 7.0+

Speaking: Berbicara di Depan Mikrofon Komputer vs Wawancara Tatap Muka

Pada tes berbicara TOEFL, kamu menjawab langsung ke mikrofon komputer dengan jeda persiapan waktu yang sangat ketat. Di sisi lain, IELTS mengajakmu berdiskusi tatap muka dengan seorang penguji manusia. Suasana IELTS terasa lebih alami dan interaktif karena kamu bisa menggunakan kontak mata serta ekspresi wajah langsung. 

Perbandingan Fleksibilitas Waktu dan Durasi Pengerjaan

TOEFL iBT kini berdurasi jauh lebih ringkas, yaitu sekitar 2 jam penuh tanpa jeda istirahat tengah sesi. Sedangkan IELTS membutuhkan waktu sekitar 2 jam 45 menit untuk sesi mendengar, membaca, dan menulis. Khusus tes berbicara IELTS, jadwal ujianmu terkadang diadakan pada jam terpisah di hari yang berbeda. 

Mau raih skor TOEFL atau IELTS impian dalam waktu lebih singkat? Kuncinya ada di strategi belajar yang tepat dan evaluasi rutin dari ahlinya. Semua fasilitas ini bisa kamu dapatkan di kelas TOEFL & IELTS Mr.BOB Academia. Yuk klik konsultasi sekarang dan mulai langkahmu hari ini!

Berdasarkan Negara dan Wilayah Tujuan

Menentukan tes tanpa melihat peta destinasi studimu sama saja membeli tiket kereta tanpa mengecek stasiun pemberhentian. Meskipun era globalisasi membuat batas penerimaan kedua tes ini semakin lentur, preferensi historis suatu kawasan tetap memegang peranan penting.

Amerika Serikat dan Kanada

Jika mimpi terbesarmu adalah menembus kampus-kampus di Amerika Serikat atau universitas terkemuka di Kanada, TOEFL iBT merupakan raja di rumahnya sendiri. Hampir seratus persen institusi pendidikan tinggi di AS menerima dan mengutamakan TOEFL. Meskipun mayoritas kampus Ivy League dan universitas top kini juga menerima skor IELTS, persyaratan batas minimum nilai IELTS yang dipasang terkadang disetarakan lebih tinggi daripada rata-rata persentase skor TOEFL yang diminta.

Baca juga : Cerita Sukses Sis Risma Dari Skor TOEFL 460 ke 507

Inggris, Australia, dan Selandia Baru

Sebaliknya, jika kiblat studimu mengarah ke United Kingdom, benua Australia, atau Selandia Baru, IELTS adalah standar emas yang tak terbantahkan. Otoritas imigrasi Inggris bahkan memiliki regulasi spesifik bertajuk IELTS for UKVI (UK Visas and Immigration) untuk keperluan pengurusan visa pelajar. Walaupun beberapa universitas di Inggris mulai membuka pintu bagi TOEFL iBT, mengantongi IELTS memberikan kepastian administratif yang jauh lebih mulus di kantor imigrasi.

Negara-Negara Eropa Kontinental

Bagaimana dengan destinasi Eropa seperti Jerman, Belanda, Swedia, atau Prancis yang menawarkan banyak program bergelar berbahasa Inggris? Di kawasan ini, persaingannya cenderung netral. Universitas riset di Belanda (Research Universities) dan institut teknik ternama di Jerman umumnya mencantumkan persyaratan TOEFL iBT dan IELTS secara berdampingan tanpa favoritisme tertentu. Yang perlu kamu perhatikan di kawasan ini hanyalah ambang batas minimal per modul (sub-scores).

Kawasan Asia dan Timur Tengah

Negara-negara maju di Asia seperti Jepang, Korea Selatan, Singapura, Taiwan, serta kawasan Timur Tengah menunjukkan keterbukaan yang tinggi terhadap kedua jenis tes. Namun, untuk institusi yang berkiblat kuat pada kurikulum Amerika—seperti universitas-universitas sains dan teknologi di Korea atau Taiwan—TOEFL iBT sering kali lebih familier di meja administrasi pascasarjana.

Tren Global: Batas Antara TOEFL dan IELTS yang Kian Memudar

Kabar baiknya, polarisasi ketat antara kubu Amerika dan kubu Persemakmuran kini semakin mencair. Saat ini, lebih dari 12.500 institusi di 160 negara menerima TOEFL iBT, sementara IELTS diakui oleh lebih dari 12.000 organisasi di 140 negara. Artinya, fleksibilitas pengakuan global sudah sedemikian luas sehingga keputusan akhir sering kali kembali pada faktor kecocokan gaya belajar individu.

Baca juga : Mau Skor TOEFL 500+? Coba TOEFL Prediction Test Mr.BOB Academia Sekarang!

Cek Kebijakan Beasiswa Spesifik Sebelum Menentukan TOEFL atau IELTS untuk Beasiswa

Memilih TOEFL atau IELTS untuk beasiswa seringkali ditentukan oleh aturan main dari komite penyedia beasiswa itu sendiri, bukan hanya pihak universitas. Oleh karena itu, sebelum kamu mendaftarkan diri ke pusat tes terdekat, pelajari dokumen panduan resmi dari program beasiswa yang kamu incar dengan teliti.

Beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan)

LPDP sangat fleksibel karena menerima TOEFL iBT, IELTS, maupun PTE Academic secara adil. Kamu hanya perlu menyesuaikan skor dengan skema yang dipilih, seperti Reguler, Afirmasi, atau Targeted. Karena masing-masing punya syarat batas nilai minimal yang berbeda. 

Chevening Scholarship dan Australia Awards Scholarships (AAS)

Untuk Chevening, kamu butuh IELTS Academic agar cepat meraih letter of acceptance tanpa syarat dari kampus Inggris. Begitu pula AAS, yang memakai IELTS sebagai patokan utama seleksi serta penentu pelatihan bahasa sebelum berangkat ke Australia. 

Fulbright Foreign Student Program

Jika kamu mengincar beasiswa Fulbright ke Amerika Serikat, TOEFL iBT adalah pilihan paling pas. Format tesnya mencerminkan gaya belajar kampus Amerika, sehingga sangat membantu membuktikan kesiapan akademikmu di hadapan pihak AMINEF dan kampus tujuan. 

Beasiswa Pemerintah Asia: MEXT, GKS, dan Turkiye Burslari

Beasiswa MEXT Jepang, GKS Korea, hingga Turkiye Burslari membebaskanmu memilih TOEFL atau IELTS untuk jurusan berbahasa Inggris. Pastikan kamu mengecek aturan program studi pilihanmu, karena beberapa kampus meminta nilai minimal khusus pada modul tertentu. 

Biaya Tes, Masa Berlaku, dan Investasi Finansial yang Wajib Dihitung

Biaya tes TOEFL maupun IELTS berkisar antara 3,3 hingga 3,6 juta rupiah dengan masa berlaku 2 tahun. Karena biayanya cukup mahal, kamu harus cermat mengatur jadwal ujian agar sertifikat mu tidak kadaluarsa sebelum pendaftaran beasiswa impianmu dibuka. 

Baca juga : Alumni Take Over: Kisah Sukses Sis Ayu Raih TOEFL 550+ One Shot

Cara Efektif Menentukan Pilihan: Tes Mana yang Paling Cocok Buatmu?

Menentukan pilihan akhir harus sesuai kekuatan dirimu, bukan sekadar ikut-ikutan teman. Pertama, kenali gaya interaksi mu. Jika kamu mudah grogi mengobrol langsung dengan penguji penutur asli, TOEFL lebih ramah karena berhadapan dengan komputer. Namun, jika kamu lebih nyaman bercakap-cakap secara alami, IELTS jadi opsi tepat. Kedua, luangkan waktumu untuk mencoba simulasi resmi kedua tes tersebut. Skor dari latihan nyata inilah yang akan menjadi penunjuk arah terbaik untuk pilihanmu. 

Penutup

Pilihlah tes yang paling cocok dengan target negara, syarat beasiswa, dan kenyamanan belajarmu. Mulailah berlatih soal sejak dini dengan disiplin. Sertifikat bahasa hanyalah jembatan pembuka jalan untuk mewujudkan impianmu menempuh studi di kampus impianmu dengan beasiswa yang menjanjikan.

Biar rencana kuliah, beasiswa, dan karir impianmu makin matang, jangan lupa ikuti update terbarunya di Instagram, TikTok, dan YouTube Mr.BOB Academia, ya! Nah, buat kamu yang lagi pusing atau overthinking soal skor TOEFL/IELTS yang belum sesuai target, jangan nyerah dulu. Yuk chat kita di WhatsApp. Good luck, future global scholars!      

Related Post

Leave a Comment