TOEFL ITP vs PBT: Ini 11 Perbedaan Mendasar yang Wajib Diketahui Pejuang Beasiswa

Fadhilah Nur

June 12, 2026

10
Min Read
toefl itp vs pbt

Mr.BOB Academia – Bagi kamu para pejuang beasiswa, berburu sertifikat kemampuan bahasa Inggris itu rasanya penuh perjuangan! 

Di antara sekian banyak jenis tes, nama TOEFL pasti jadi salah satu yang paling sering berseliweran di panduan pendaftaran beasiswa. 

Tapi jujur deh, kamu sering bingung enggak sih dengan banyaknya singkatan di belakang kata TOEFL? Ada ITP, PBT, iBT, bahkan CBT.

Biar enggak salah langkah, yuk kita bedah 11 perbedaan mendasar antara TOEFL ITP dan PBT yang wajib banget kamu pahami!

toefl itp vs pbt

Mengenal Apa Itu TOEFL ITP dan TOEFL PBT

Sebelum kita melompat ke medan pertempuran perbedaannya, alangkah baiknya kita kenalan dulu dengan kedua jenis tes ini. Tak kenal maka tak sayang, bukan?

Apa Itu TOEFL ITP?

TOEFL ITP adalah singkatan dari Institutional Testing Program. Ujian ini diadakan oleh lembaga, universitas, atau pusat bahasa tertentu untuk keperluan internal mereka. 

Soal-soalnya memang asli dibuat oleh ETS (Educational Testing Service) selaku raksasa pembuat soal TOEFL di Amerika Serikat, tetapi sertifikat yang kamu dapatkan nanti standarnya adalah sertifikat lokal atau regional. 

Ibaratnya, TOEFL ITP ini seperti SIM Domestik; ia sangat sakti di dalam negeri, tapi bakal dipertanyakan kalau kamu bawa berkendara di luar negeri.

Apa Itu TOEFL PBT?

Di sisi lain, TOEFL PBT atau Paper-Based Test adalah format tes TOEFL internasional versi klasik yang dikelola langsung secara global oleh ETS. 

Ini adalah jenis TOEFL yang menggunakan lembar jawab komputer (LJK) dan pensil 2B. Berbeda dengan ITP, TOEFL PBT adalah tes berskala internasional. Jadi, sertifikatnya diakui secara global di berbagai belahan dunia.

Catatan Penting: Secara global, ETS sebenarnya sudah lama menghentikan TOEFL PBT format lama dan menggantinya dengan Revised TOEFL Paper-delivered Test di daerah-daerah yang akses internetnya terbatas untuk iBT (Internet-Based Test). Namun, dalam berbagai dokumen persyaratan beasiswa, istilah “PBT” masih sering digunakan sebagai acuan standar skor.

11 Perbedaan Mendasar TOEFL ITP vs TOEFL PBT

Mari kita bedah secara spesifik satu per satu aspek yang membedakan kedua jenis ujian ini agar kamu tidak salah strategi saat belajar nanti.

1. Status Legalitas dan Skala Pengakuan

Perbedaan paling mencolok terletak pada ke mana sertifikat mu bisa dibawa pergi. TOEFL ITP memiliki skala pengakuan yang terbatas (institusional). 

Mayoritas penggunanya adalah universitas dalam negeri atau lembaga beasiswa lokal. Sementara itu, TOEFL PBT memegang status Official International Certificate

Sertifikat PBT diakui secara internasional oleh ribuan universitas di seluruh dunia, setara dengan gengsi TOEFL iBT atau IELTS.

2. Format Komponen dan Struktur Ujian

Meskipun sekilas mirip, isi dari kedua tes ini memiliki perbedaan yang cukup krusial. 

TOEFL ITP berdurasi sekitar 2 jam dengan total 140 soal yang dibagi menjadi tiga bagian utama: Listening Comprehension, Structure and Written Expression, serta Reading Comprehension.

Bagaimana dengan TOEFL PBT? PBT memiliki durasi yang sedikit lebih lama dan menyertakan satu komponen ekstra yang sering bikin bulu kuduk merinding: sesi menulis!

Sesi Menulis (Writing) yang Membedakan

Pada TOEFL PBT, kamu tidak hanya diuji lewat soal pilihan ganda saja. Ada sesi tambahan bernama TWE atau Test of Written English

Di sesi ini, kamu diwajibkan menulis esai pendek untuk mengukur sejauh mana kemampuanmu dalam menuangkan ide, menyusun argumen, dan mengaplikasikan tata bahasa Inggris secara aktif. 

Bagian inilah yang tidak akan pernah kamu temukan di dalam lembar soal TOEFL ITP standar.

3. Sistem dan Rentang Penilaian Skor

Jangan sampai kamu kaget melihat angka yang tertera di sertifikat mu nanti. Rentang skor untuk TOEFL ITP berkisar antara 310 hingga 677. 

Jadi, kalau kamu dapat skor 550 di TOEFL ITP, itu sudah termasuk kategori aman untuk standar dalam negeri.

Sedangkan untuk TOEFL PBT, rentang skor totalnya juga berkisar antara 310-677, namun nilai TWE (menulis) biasanya dilaporkan secara terpisah dengan skala 1 hingga 6. 

Format penilaian pada versi kertas internasional yang lebih baru bahkan mengadopsi sistem skor per bagian tanpa skor total akumulatif seperti dulu, menyesuaikan dengan standar iBT.

4. Masa Berlaku Sertifikat Resmi

Untuk urusan yang satu ini, keduanya sebenarnya memiliki kesamaan prinsip, yaitu berlaku selama 2 tahun sejak tanggal tes diambil. 

Kenapa cuma dua tahun? Karena ETS menganggap kemampuan bahasa seseorang bisa berubah atau memudar jika tidak diasah dalam jangka waktu lama. 

Jadi, pastikan kamu menghitung linimasa pendaftaran beasiswa mu agar sertifikat mu tidak kadaluarsa di tengah jalan, ya!

5. Lembaga Penyelenggara Resmi

Di Indonesia, TOEFL ITP didistribusikan secara resmi melalui IIEF (Indonesian International Education Foundation) yang kemudian bekerja sama dengan berbagai pusat bahasa di universitas-universitas di seluruh penjuru Nusantara. 

Kamu bisa dengan mudah menemukannya di kota tempat tinggalmu. Sementara itu, TOEFL PBT (atau versi kertas internasional penggantinya) dikendalikan secara langsung dan ketat oleh ETS global, dengan jadwal dan lokasi yang ditentukan secara terpusat.

6. Tingkat Kesulitan Soal

Apakah soal PBT lebih susah dari ITP? 

Secara umum, tingkat kompleksitas teks pada Reading dan struktur kalimat pada Structure di TOEFL PBT setingkat lebih tinggi karena targetnya adalah audiens internasional yang akan kuliah di luar negeri. 

Ditambah lagi, adanya kewajiban menulis esai secara manual menggunakan pensil di sesi TWE membuat beban mental dan tingkat kesulitan TOEFL PBT otomatis berada di atas TOEFL ITP.

7. Protokol Keamanan Ujian

Karena TOEFL PBT taruhannya adalah pengakuan internasional, pengawasan ujiannya luar biasa ketat. Proses verifikasi identitas peserta sangat berlapis-lapis untuk menghindari perjokian. 

TOEFL ITP juga memiliki standar keamanan yang tinggi dari IIEF, namun karena skalanya lokal, prosedur administrasinya biasanya terasa sedikit lebih santai dan familier karena diadakan oleh dosen atau staf pusat bahasa kampus sendiri.

8. Durasi Waktu Pengumuman Hasil

Mengingat lembar jawab TOEFL ITP diperiksa di tingkat distributor nasional (IIEF) atau lokal yang sudah tersertifikasi, kamu biasanya hanya perlu menunggu sekitar 7 hingga 14 hari kerja sampai sertifikat fisikmu selesai dicetak. 

Untuk TOEFL PBT, karena esai TWE kamu harus dikirim dan diperiksa oleh tim penilai ahli di pusat ETS Amerika Serikat, prosesnya memakan waktu lebih lama, bisa mencapai 3 hingga 4 minggu.

9. Aksesibilitas dan Lokasi Pusat Tes

Mencari tempat tes TOEFL ITP itu semudah menemukan kedai kopi kekinian di kota-kota besar. Hampir setiap universitas negeri maupun swasta terkemuka di Indonesia memiliki pusat bahasa yang melayani tes ITP resmi. 

Sebaliknya, mencari lokasi tes TOEFL PBT internasional saat ini sudah seperti mencari jarum dalam jerami. Karena ETS sudah memigrasikan hampir seluruh pusat tes internasional ke format digital (iBT). 

Lokasi ujian berbasis kertas internasional kini sangat langka dan biasanya hanya tersedia di wilayah-wilayah remote yang belum terjangkau internet stabil.

10. Teknis Pengisian Lembar Jawaban

Seiring perkembangan zaman, TOEFL ITP tidak lagi menggunakan LJK bulat-bulat, kini memiliki opsi Digital/Online Version di mana kamu mengerjakannya di lab komputer kampus namun dengan format soal yang tetap sama dengan ITP kertas. 

Sedangkan TOEFL PBT, dari awal sejarahnya hingga format kertas internasional daruratnya, murni mengandalkan ketahanan fisik tanganmu untuk menulis esai di atas kertas khusus.

11. Biaya yang Harus Dikeluarkan

Perbedaan terakhir yang paling sensitif bagi dompet mahasiswa adalah soal tarif. Biaya tes TOEFL ITP dipatok dengan standar mata uang Rupiah yang relatif terjangkau untuk kantong lokal. 

Sementara itu, biaya TOEFL PBT merujuk pada standar dolar AS ($), yang jika dikonversikan ke Rupiah nilainya bisa melonjak berkali-kali lipat lebih mahal. Detail perbandingan biayanya akan kita bahas di bawah ini!

Perbandingan Biaya Tes: TOEFL ITP vs PBT

Uang memang bukan segalanya, tapi untuk urusan tes bahasa Inggris, isi dompet adalah penentu segalanya! Mari kita hitung secara kasar estimasi biaya yang perlu kamu siapkan untuk kedua jenis tes ini.

  • Biaya TOEFL ITP

Saat ini, tarif resmi untuk mengambil satu kali sesi tes TOEFL ITP berkisar antara Rp600.000 hingga Rp750.000. 

Harga tes ini tergantung apakah kamu mengambil versi kertas atau digital. Angka ini masih terhitung ramah untuk ukuran investasi masa depan.

  • Biaya TOEFL PBT 

Karena menggunakan standar internasional langsung dari ETS, biayanya dipatok sekitar USD 160 hingga USD 180 (tergantung kebijakan regional khusus). 

Jika dikonversikan ke dalam Rupiah dengan kurs saat ini, kamu harus merogoh kocek sekitar Rp2.500.000 hingga Rp2.800.000 untuk sekali tes!

Melihat jurang perbedaan harga yang begitu dalam, rasanya berdosa banget kan kalau kamu sampai salah pilih jenis tes? Makanya, sesuaikan pilihanmu dengan kebutuhan dan anggaran belanja edukasimu.

Kegunaan dan Fungsi Masing-Masing Jenis Tes

Lantas, dari kedua pilihan di atas, mana yang harus kamu ambil? Jawabannya tidak tergantung pada mana yang lebih keren, melainkan pada apa rencana jangka panjangmu.

Kapan Kamu Harus Mengambil TOEFL ITP?

Mengambil TOEFL ITP adalah keputusan paling bijak dan ekonomis jika tujuanmu saat ini adalah:

  • Memenuhi syarat sidang skripsi, tesis, atau kelulusan di universitas Indonesia.
  • Melamar lowongan kerja di instansi pemerintah (CPNS) atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mayoritas besar menerima skor ITP.
  • Mendaftar beasiswa kuliah di dalam negeri atau program pertukaran pelajar jangka pendek yang memiliki kerjasama khusus dengan lembaga lokal.

Kapan Kamu Harus Memilih TOEFL PBT?

Kamu baru benar-benar perlu melirik TOEFL PBT (atau alternatif internasionalnya seperti iBT dan IELTS) jika:

  • Target kampus impianmu berada di luar negeri (misalnya di Amerika Serikat, Asia Timur, atau Eropa) yang secara eksplisit menuliskan “TOEFL PBT/iBT” pada kolom prasyarat penerimaan.
  • Lembaga penyedia beasiswa yang kamu incar adalah organisasi internasional yang tidak mengakui sertifikat berskala institusional lokal.

Daftar Beasiswa yang Menerima TOEFL ITP dan TOEFL PBT

Ini dia bagian yang paling ditunggu-tunggu oleh para scholarship hunters. Mari kita petakan jenis beasiswa apa saja yang bisa kamu tembus menggunakan modal kedua jenis sertifikat TOEFL ini.

Beasiswa Populer dengan Syarat TOEFL ITP

Siapa bilang sertifikat lokal nggak bisa dipakai buat kuliah gratis? Banyak kok beasiswa bergengsi yang meloloskan kandidatnya hanya dengan modal TOEFL ITP, di antaranya:

  1. Beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) 

Khusus untuk jalur afirmasi, penyandang disabilitas, atau jalur target daerah tertinggal, LPDP membolehkan pendaftarnya menggunakan TOEFL ITP dengan batas skor minimum tertentu untuk universitas tujuan dalam negeri.

  1. Beasiswa Fulbright (AMINEF) 

Beasiswa super elit ke Amerika Serikat ini membolehkan kamu mendaftar di tahap seleksi awal menggunakan TOEFL ITP (skor minimal biasanya sekitar 550). 

Jika kamu lolos wawancara, pihak AMINEF yang akan mendanai tes TOEFL iBT internasional mu kemudian. Enak banget, kan?

  1. Beasiswa Pemerintah Kominfo 

Untuk program pascasarjana dalam negeri bidang IT dan komunikasi, TOEFL ITP adalah senjata yang sah dan diakui.

  1. Beasiswa Bappenas

Beasiswa internal kedinasan ini juga sepenuhnya mengandalkan TOEFL ITP sebagai indikator kemampuan bahasa karyawannya.

Beasiswa Internasional yang Menerima TOEFL PBT

Jika kamu membidik kampus luar negeri lewat jalur reguler internasional, TOEFL PBT adalah batas minimum yang biasanya bersanding dengan iBT. Beberapa di antaranya:

  1. Beasiswa MEXT (Monbukagakusho) – Jepang 

Persyaratan untuk beasiswa MEXT ini kamu bisa menggunakan sertifikat TOEFL PBT (atau salinan nilai resmi) untuk menyaring kandidat peneliti (Research Student) sebelum terbang ke negeri sakura.

  1. Global Korea Scholarship (GKS) – Korea Selatan 

Untuk pendaftaran beasiswa GKS melalui jalur universitas (University Track) maupun kedutaan (Embassy Track), nilai TOEFL PBT yang valid masih diakui sebagai bukti kemahiran bahasa inggismu.

  1. Beasiswa DAAD – Jerman 

Beberapa program studi khusus yang diajarkan dalam bahasa Inggris di Jerman masih mencantumkan skor TOEFL PBT lama dalam daftar konversi nilai bahasa mereka.

Penutup

Memilih antara TOEFL ITP dan TOEFL PBT bukanlah soal mencari mana yang paling hebat, melainkan tentang mana yang pas untuk masa depanmu. 

TOEFL ITP adalah pilihan untuk kebutuhan dalam negeri. Sementara TOEFL PBT untuk kebutuhan internasional yang sudah mulai diganti dengan versi difital (iBT).

Biar rencana kuliah di luar negeri, beasiswa, dan karir impianmu makin matang, jangan lupa ikuti update terbarunya di Instagram, TikTok, dan YouTube Mr.BOB Academia, ya! 

Nah, buat kamu yang lagi pusing atau overthinking soal skor IELTS/TOEFL yang belum sesuai target, jangan nyerah dulu. Chat kita di WhatsApp aja yuk. Your future self will thank you for this!

Related Post

Leave a Comment