Mr.BOB Academia – Pernah dengar kata “TOEFL ITP” atau “TOEFL iBT” tapi langsung bingung mana yang harus kamu ikuti?
Keduanya memang sama-sama mengukur kemampuan bahasa Inggris, tapi sebenarnya sangat berbeda.
Artikel ini akan memandu kamu memahami perbedaan keduanya secara mendalam, sehingga kamu bisa membuat keputusan yang tepat sesuai kebutuhan. Yuk, kita mulai!

Baca juga : Sertifikat TOEFL iBT vs ITP: Contoh, Jenis, dan Perbedaannya Lengkap
Apa Itu TOEFL? Kenalan Dulu Sebelum Terjun
Sebelum membahas perbedaannya, ada baiknya kita pahami dulu apa itu TOEFL secara umum.
TOEFL adalah singkatan dari Test of English as a Foreign Language.
Sesuai namanya, tes ini dirancang untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris seseorang yang bukan penutur asli (non-native speaker).
Mengapa TOEFL Penting?
Pertanyaan yang wajar muncul: kenapa harus TOEFL?
Jawabannya sederhana. Lebih dari 11.500 universitas dan institusi di lebih dari 130 negara menerima skor TOEFL sebagai bukti kemampuan bahasa Inggris.
Di Indonesia sendiri, TOEFL sering menjadi syarat wajib untuk mendaftar beasiswa, melamar pekerjaan di perusahaan internasional, atau melanjutkan studi ke luar negeri.
Singkatnya, skor TOEFL bisa menjadi “tiket emas” yang membuka banyak pintu peluang.
Perbedaan Utama TOEFL ITP dan iBT
Mari kita bedah perbedaan keduanya satu per satu agar lebih mudah dipahami.
Perbedaan dari Sisi Media dan Teknologi
TOEFL ITP
Sepenuhnya berbasis kertas dan pensil. Kamu cukup datang ke lokasi tes, duduk, dan mengerjakan soal di lembar jawaban.
TOEFL iBT
100% berbasis komputer dan internet. Kalau kamu kurang terbiasa dengan komputer, ini bisa menjadi tantangan tersendiri.
Perbedaan Format dan Struktur Tes
TOEFL ITP
Tes ini terdiri dari tiga bagian utama:
- Listening Comprehension
Kamu akan mendengarkan percakapan dan ceramah dalam bahasa Inggris, kemudian menjawab pertanyaan pilihan ganda.
- Structure and Written Expression
Bagian ini menguji kemampuan tata bahasa (grammar) melalui soal-soal pilihan ganda.
- Reading Comprehension
Kamu akan membaca beberapa teks akademis dan menjawab pertanyaan seputar isi teks.
TOEFL iBT
Menguji empat keterampilan bahasa sekaligus:
- Reading
Membaca dua hingga tiga teks akademis dan menjawab pertanyaan terkait.
- Listening
Mendengarkan kuliah dan percakapan kampus, lalu menjawab pertanyaan.
- Speaking
Menjawab pertanyaan secara lisan dan merekam jawabannya.
- Writing
Menulis respons berdasarkan bacaan dan kuliah yang telah disimak, plus essay mandiri.
Perbedaan TOEFL iBT Terdapat Tes Kemampuan Speaking
Salah satu pembeda paling signifikan antara iBT dan ITP adalah adanya komponen Speaking (berbicara).
Di sini, kamu tidak hanya menjawab pilihan ganda, kamu harus berbicara langsung ke mikrofon dan merespons pertanyaan atau situasi tertentu dalam waktu singkat.
Ini tentunya membutuhkan persiapan ekstra karena kemampuan berbicara bukan sesuatu yang bisa diasah dalam semalam.
Perbedaan Skor dan Skala Penilaian
Skala skor keduanya sangat berbeda dan tidak bisa dibandingkan langsung:
TOEFL ITP

TOEFL iBT

Perbedaan Pengakuan dan Kegunaan
Inilah perbedaan yang paling krusial dan sering kali menentukan pilihan:
TOEFL ITP
Diakui untuk keperluan internal dan lokal. Misalnya, syarat kelulusan mahasiswa S1, seleksi internal perusahaan, atau pendaftaran beasiswa dalam negeri.
TOEFL ITP sangat cocok untuk kamu yang membutuhkan bukti kemampuan bahasa Inggris untuk keperluan dalam negeri.
TOEFL iBT
Diakui secara internasional oleh lebih dari 11.500 institusi di seluruh dunia. Sertifikatnya berlaku selama dua tahun sejak tanggal tes.
Kalau kamu berencana mendaftar ke universitas luar negeri, mengajukan visa kerja ke negara berbahasa Inggris, atau mendaftar beasiswa internasional bergengsi seperti LPDP, Fulbright, atau Chevening.
Perbedaan Biaya dan Ketersediaan Lokasi
TOEFL ITP
Dari segi biaya jauh lebih ramah di kantong. Biaya tes ITP berkisar antara Rp300.000 hingga Rp600.000, tergantung institusi penyelenggara.
TOEFL iBT
Biayanya jauh lebih mahal, sekitar US$215–US$245 atau setara Rp3,3 juta hingga Rp3,8 juta per tes.
Dari segi lokasi, TOEFL ITP lebih mudah diakses karena diselenggarakan oleh ratusan kampus dan lembaga di seluruh Indonesia, bahkan di kota-kota kecil.
TOEFL iBT tersedia di pusat tes resmi ETS yang umumnya terpusat di kota-kota besar, meski kini juga bisa dikerjakan dari rumah (Home Edition).
Tips Memilih: ITP atau iBT?
Sekarang, bagaimana caranya memilih yang tepat? Jawabannya bergantung pada tujuanmu.
Pertimbangkan Tujuan Penggunaannya
Tanyakan dulu pada diri sendiri: untuk apa skor TOEFL ini akan digunakan?
- Pilih ITP : kalau untuk syarat kelulusan kampus lokal, beasiswa dalam negeri, atau keperluan pekerjaan domestik.
- Pilih iBT : kalau untuk daftar universitas luar negeri, beasiswa internasional, atau keperluan visa.
Jangan sampai kamu sudah susah payah belajar dan mengeluarkan biaya besar, lalu sertifikatnya ternyata tidak diterima oleh institusi tujuanmu.
Pastikan kamu cek persyaratan spesifik dari lembaga yang dituju terlebih dahulu.
Pertimbangkan Waktu dan Budget
Kalau kamu butuh hasil cepat dan budget terbatas, ITP bisa menjadi pilihan sementara sambil mempersiapkan diri untuk iBT.
Tapi ingat, jangan gunakan ITP sebagai “latihan” iBT karena formatnya berbeda.
Persiapan iBT perlu lebih holistik dan memakan waktu lebih lama, idealnya minimal 2–3 bulan dengan latihan intensif.
Penutup: Sudah Tahu Perbedaan TOEFL ITP dan iBT?
Memahami perbedaan TOEFL ITP dan iBT bukan sekadar soal pengetahuan akademis tetapi juga soal strategi.
Yang paling penting kenali tujuan mu, persiapkan dirimu dengan baik, dan pilih jalur yang sesuai.
Biar kamu dapat meningkatkan skor TOEFL kamu, yuk follow Instagram, Tiktok, dan subscribe Youtube untuk tahu TOEFL hacks maupun strategi lolos beasiswa impianmu.
Kamu juga bisa konsultasi gratis via WhatsApp di untuk bimbingan pendaftaran yang lebih personal. Semangat berjuang!






Leave a Comment