Mr.BOB Academia – Mau kuliah ke luar negeri tapi masih galau soal tes bahasa? Pertanyaan klasiknya selalu sama: IELTS vs TOEFL, mana yang lebih bersahabat untuk orang Indonesia? Pilihan ini bukan cuma soal format ujian, tapi bisa menentukan peluang kamu tembus beasiswa dan kampus impian. Jadi, kita bahas tuntas tanpa ribet.
Kenapa Tes Bahasa Jadi Penentu Masa Depan?
Tes bahasa itu ibarat tiket masuk ke pesawat internasional. Tanpa skor yang memenuhi syarat, kamu bahkan tidak bisa check-in. Beasiswa dan universitas luar negeri menjadikan kemampuan bahasa Inggris sebagai bukti kesiapan akademik. Maka wajar kalau perdebatan IELTS vs TOEFL selalu muncul di awal perjalanan studi.
IELTS vs TOEFL vs PTE 2026 Mana Tes Bahasa Paling Aman untuk LPDP dan Kampus Australia UK
Mengenal IELTS dan TOEFL Secara Singkat
Sebelum membandingkan lebih jauh, kita harus tahu dulu dasar dari masing-masing tes. Banyak orang ikut-ikutan tanpa benar-benar memahami karakter ujiannya. Padahal memahami struktur sejak awal bisa bikin kamu lebih tenang.
Apa Itu IELTS?
IELTS adalah tes bahasa Inggris yang banyak digunakan di Inggris, Australia, dan negara Persemakmuran. Formatnya tersedia dalam versi Academic dan General Training. Dalam konteks IELTS vs TOEFL, IELTS sering dianggap lebih natural karena ada interaksi langsung saat speaking.
Apa Itu TOEFL?
TOEFL, khususnya TOEFL iBT, lebih populer di Amerika Serikat dan Kanada. Tes ini berbasis komputer dan semua bagiannya terintegrasi. Dalam perbandingan IELTS vs TOEFL, TOEFL sering disebut lebih akademik dan sistematis.
Perbedaan Format Ujian IELTS vs TOEFL
Perbedaan paling terasa ada di pengalaman ujian. IELTS vs TOEFL bukan cuma beda nama, tapi beda rasa. Formatnya memengaruhi kenyamanan peserta saat mengerjakan soal.
Perbedaan Listening
Listening IELTS menghadirkan berbagai aksen seperti British dan Australian. Sementara TOEFL cenderung menggunakan aksen American. Bagi orang Indonesia, IELTS vs TOEFL di bagian listening bisa terasa berbeda tergantung kebiasaan menonton atau mendengar konten bahasa Inggris.
Perbedaan Reading
Reading IELTS memiliki tiga teks panjang dengan tipe soal beragam. TOEFL lebih fokus pada teks akademik berbentuk paragraf panjang. Dalam konteks IELTS atau TOEFL, TOEFL sering terasa lebih padat secara akademik.
Perbedaan Writing
Writing IELTS punya dua task terpisah, salah satunya analisis grafik. TOEFL menekankan integrated writing yang menggabungkan listening dan reading. Ini membuat IELTS atau TOEFL terasa berbeda dalam strategi penulisan.
Perbedaan Speaking
Speaking IELTS dilakukan tatap muka dengan examiner. TOEFL dilakukan melalui komputer dengan waktu terbatas. Di sinilah banyak orang Indonesia merasa IELTS vs TOEFL sangat kontras.
Sistem Skor dan Tingkat Kesulitan
Banyak yang bilang TOEFL lebih susah karena berbasis skor tinggi. Tapi sebenarnya semuanya relatif. Perbandingan IELTS atau TOEFL harus dilihat dari cara penilaiannya.
Skala Band IELTS
IELTS menggunakan band score 0 sampai 9. Banyak beasiswa mensyaratkan minimal 6.5 atau 7. Dalam diskusi IELTS vs TOEFL, skor 7 sering dianggap setara dengan 94–100 TOEFL.
Skor TOEFL iBT
TOEFL menggunakan skala 0 sampai 120. Kampus top biasanya meminta minimal 90 atau 100. Jadi dalam konteks IELTS vs TOEFL, kamu harus menyesuaikan target skor dengan tujuan kampus.
IELTS vs TOEFL untuk Beasiswa LPDP
LPDP menerima kedua tes ini. Namun syarat skor berbeda tergantung jenjang studi. Dalam praktiknya, perbandingan IELTS vs TOEFL di LPDP lebih soal strategi mana yang bisa kamu maksimalkan.
IELTS vs TOEFL untuk Kampus Australia dan UK
Australia dan UK cenderung lebih familiar dengan IELTS. Banyak kampus bahkan merekomendasikan IELTS secara eksplisit. Jadi dalam perbandingan IELTS vs TOEFL untuk wilayah ini, IELTS terasa lebih aman.
IELTS vs TOEFL untuk Kampus Amerika dan Kanada
Amerika Serikat lebih identik dengan TOEFL. Meski IELTS diterima, TOEFL kadang dianggap lebih umum. Di sini, IELTS vs TOEFL bergantung pada kebijakan kampus tujuan.
Tantangan Orang Indonesia Saat Menghadapi Tes
Orang Indonesia punya tantangan khas. Grammar sering jadi titik lemah karena struktur bahasa berbeda. Selain itu, rasa gugup saat speaking juga memengaruhi performa.
Kendala Grammar
Bahasa Indonesia tidak mengenal tenses kompleks. Akibatnya, banyak peserta kesulitan menjaga konsistensi struktur kalimat. Dalam konteks IELTS vs TOEFL, ini berdampak besar di writing.
Kendala Speaking dan Aksen
Takut salah pengucapan sering membuat peserta kaku. Padahal yang dinilai adalah kejelasan dan koherensi. Dalam perbandingan IELTS vs TOEFL, rasa percaya diri jauh lebih penting daripada aksen sempurna.
Mana yang Lebih Cocok untuk Gaya Belajar Kamu?
Kalau kamu nyaman berbicara langsung dengan orang, IELTS mungkin lebih cocok. Kalau kamu lebih nyaman berbicara ke layar tanpa tatapan examiner, TOEFL bisa jadi pilihan. Jadi, keputusan IELTS vs TOEFL sangat personal.
Strategi Memilih Tes yang Paling Bersahabat
Pertama, cek syarat kampus atau beasiswa. Kedua, coba latihan keduanya lalu bandingkan skor simulasi. Ketiga, pilih yang paling stabil hasilnya, bukan yang sekali tinggi lalu turun.
Persiapan Beasiswa LPDP 2026: Prediksi Skor Lewat IELTS Simulation di Mr.BOB Academia
Kesimpulan
Pada akhirnya, pertanyaan IELTS vs TOEFL tidak punya jawaban mutlak. Keduanya diakui secara global dan diterima oleh banyak universitas. Yang membuatnya bersahabat bukan tesnya, tapi kesiapan dan strategi kamu. Jadi, pilih dengan sadar dan latih dengan konsisten.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar strategi ujian dan tips studi ke luar negeri, pastikan untuk follow akun Instagram, TikTok, dan YouTube kami. Di sana, kami membagikan konten-konten edukatif, update beasiswa terkini, hingga bimbingan praktis yang dikemas secara menarik setiap harinya. Punya pertanyaan spesifik tentang persiapan beasiswa LPDP, GKS, atau bingung menentukan jadwal tes? Yuk, jangan ragu untuk konsultasi via WhatsApp kami. Kami siap membantu menjawab kegalauan mu dan memberikan solusi terbaik untuk perjalanan akademikmu. Sampai jumpa di universitas impian!






Leave a Comment