11 Universitas Pilihan untuk Kuliah di Eropa Tanpa TOEFL atau IELTS

Fadhilah Nur

June 17, 2026

8
Min Read
kuliah di eropa tanpa toefl atau ielts

Mr.BOB Academia – Pernah nggak sih kamu malam-malam bengong menatap layar laptop, mimpiin rasanya kuliah di Eropa dan menikmati musim gugur di Paris? 

Kuliah di Eropa itu emang memiliki daya tarik tersendiri. Tapi, seringkali banyak pejuang study abroad takut memiliki mimpi kuliah di Eropa karena persyaratan sertifikat TOEFL iBT atau IELTS.

Tapi tunggu dulu, jangan terlanjur patah semangat! karena kamu bisa kuliah di Eropa tanpa perlu pusing mikirin sertifikat TOEFL atau IELTS lo. 

Penasaran gimana caranya dan kampus mana saja yang membuka pintu lebar-lebar buat kamu? Yuk, kita bedah bareng-bareng!

kuliah di eropa tanpa toefl atau ielts

Menepis Mitos Kuliah di Eropa Harus Punya TOEFL/IELTS Mahal

Selama ini ada miskonsepsi massal yang beredar di kalangan mahasiswa Indonesia. Banyak yang mengira kalau mau kuliah di universitas Eropa, kita wajib mempunyai sertifikat IELTS berskor minimal 6.5 atau TOEFL diatas 550. 

Anggapan ini sebenarnya tidak sepenuhnya salah, tapi sudah sangat ketinggalan zaman.

Kenapa Kuliah di Eropa Tanpa TOEFL atau IELTS Tetap di Perbolehkan?

Alasannya sederhana: mereka mencari kualitas otak dan potensi akademik mu, bukan cuma selembar kertas hasil tes formal yang bisa diakali dengan latihan soal intensif selama sebulan. 

Kampus-kampus di Eropa lebih tertarik melihat bagaimana rekam jejak studimu sebelumnya dan seberapa siap kamu berkomunikasi di lingkungan internasional.

Senjata Rahasia Bernama Medium of Instruction (MoI)

Nah, ini dia kartu as yang wajib kamu punya: Surat Keterangan MoI (Medium of Instruction). 

Apa sih itu? Ini adalah surat resmi yang dikeluarkan oleh sekolah asalmu (SMA) atau universitas tempatmu lulus S1. 

Isinya menyatakan secara tegas bahwa selama masa studi mu, bahasa pengantar utama yang digunakan dalam proses belajar-mengajar, ujian, dan penulisan skripsi adalah bahasa Inggris.

Surat MoI ini punya kesaktian yang setara dengan IELTS! Universitas di Eropa akan menganggap kamu sudah siap dalam lingkungan belajar berbahasa Inggris. 

Jalur Wawancara Internal dan Placement Test Mandiri

Bagaimana kalau tidak punya surat MoI? Santai, masih ada rencana cadangan. Banyak universitas pilihan di Eropa yang menyediakan jalur Wawancara Internal secara daring. 

Jadi, alih-alih menyuruhmu bayar tes eksternal, tim admisi kampus sendiri yang akan langsung video call sama kamu. Mereka akan mengajakmu ngobrol santai seputar motivasi belajar, hobi, hingga rencana tesis.

Selain itu, beberapa kampus juga memfasilitasi placement test buatan internal mereka yang bisa diakses gratis atau dengan biaya sangat murah lewat portal pendaftaran mahasiswa. Lewat cara ini, kemampuan bahasa Inggrismu diuji secara real-time dan lebih adil.

Baca juga : 13 Universitas Jerman Terbaik 2026: Pilihan Paling Populer bagi Mahasiswa Indonesia

Daftar 11 Universitas Pilihan: Kuliah di Eropa Tanpa TOEFL atau IELTS

Sekarang, mari kita buka peta dan absen satu per satu universitas mana saja sih yang punya kebijakan ramah kantong dan ramah pikiran ini. Catat baik-baik ya!

1. Technical University of Munich (TUM) – Jerman

  • QS World University Ranking: Peringkat 28 Dunia (Sangat Elit!)
  • Jurusan Populer: Data Science, Aerospace Engineering, Mechanical Engineering, Informatics.
  • Alasan Harus Memilih 

Siapa sih yang nggak tahu Jerman? Kuliah di universitas negeri di sini hampir semuanya gratis karena disubsidi penuh oleh pemerintah. 

TUM adalah salah satu kampus teknik terbaik di dunia. Hebatnya, untuk beberapa program Master (Postgraduate) tingkat internasional, TUM mengizinkan pelamar mengunggah surat MoI dari kampus S1 mereka sebagai bukti kelayakan bahasa. 

Kuliah gratis di kampus top dunia tanpa IELTS? Combo hemat yang tiada tanding!

2. Politecnico di Milano (Polimi) – Italia

  • QS World University Ranking: Peringkat 111 Dunia
  • Jurusan Populer: Architecture, Industrial Design, Civil Engineering, Fashion Engineering.
  • Alasan Harus Memilih 

Kalau jiwamu seni tapi punya otak teknis, Polimi adalah tempat pelarian paling estetis di Italia. Kampus ini sangat terbuka dengan mahasiswa asing. 

Aturan di Polimi menyebutkan, kalau kamu sudah menempuh pendidikan sarjana (S1) yang sepenuhnya diajarkan dalam bahasa Inggris minimal selama 3 tahun, kamu otomatis bebas dari kewajiban melampirkan sertifikat bahasa internasional. Tinggal minta surat pengantar ke dekanat kampus asal, beres!

3. Jagiellonian University – Polandia

  • QS World University Ranking: Masuk dalam Top 300 Global
  • Jurusan Populer: International Relations, European Studies, Business Management, Medicine.
  • Alasan Harus Memilih 

Berlokasi di kota Kraków yang penuh kastil bersejarah dan biaya hidup super murah, Jagiellonian University merupakan salah satu kampus tertua di Eropa Tengah. 

Mereka menerapkan kebijakan bahwa kamu bisa membuktikan kemampuan bahasa Inggrismu lewat dokumen kelulusan dari sekolah bermedium bahasa Inggris. 

Atau dengan mengikuti sesi wawancara khusus lewat Skype/Zoom dengan tim penguji mereka.

4. University of Bologna – Italia

  • QS World University Ranking: Peringkat 133 Dunia
  • Jurusan Populer: Economics and Finance, Automation Engineering, Medicine, Humanities.
  • Alasan Harus Memilih 

Didirikan pada tahun 1088, ini adalah universitas tertua di dunia barat yang masih beroperasi hingga kini. 

Di University of Bologna, proses asesmen bahasa Inggris untuk beberapa jurusan internasional bisa digantikan oleh evaluasi kurikulum akademik (dossier review). 

Nilai plusnya lagi, mahasiswa di sini punya akses besar ke beasiswa regional seperti DSU yang mencakup gratis biaya kuliah dan uang saku tahunan.

5. SKEMA Business School – Prancis

  • QS World University Ranking: Top 20 Global untuk kategori Master in Management
  • Jurusan Populer: Global Luxury and Management, International Business, Corporate Finance.
  • Alasan Harus Memilih 

Pengen mendalami bisnis di jantung mode dunia? SKEMA Business School yang punya kampus di Paris, Sophia Antipolis, dan Lille ini adalah sekolah bisnis elit berlabel Grandes Écoles

Mereka tidak kaku soal dokumen TOEFL/IELTS. Seleksi di SKEMA menekankan pada portofolio, pengalaman organisasi, dan esai motivasi. Kekurangan sertifikat bahasa bisa ditutupi dengan bersinar di sesi internal English interview yang interaktif.

6. University of Warsaw – Polandia

  • QS World University Ranking: Peringkat 258 Dunia
  • Jurusan Populer: Computer Science, Psychology (English Medium), Data Analytics, Political Science.
  • Alasan Harus Memilih 

Polandia saat ini jadi primadona baru buat mahasiswa Indonesia karena biaya hidupnya mirip-mirip kosan di Jakarta atau Yogyakarta, tapi kualitas pendidikannya standar Uni Eropa penuh. 

University of Warsaw secara resmi menerima surat pengantar MoI dari universitas asal secara luas. Ekosistem kampusnya sangat internasional, jadi kamu nggak bakal merasa asing di sini.

Baca juga : 7 Beasiswa S1 Eropa Fully Funded yang Paling Diburu Mahasiswa Indonesia

7. University of Siegen – Jerman

  • QS World University Ranking: Berada di jajaran Top Kampus Global Jerman
  • Jurusan Populer: Mechatronics, Computer Science, Human-Computer Interaction, Business Administration.
  • Alasan Harus Memilih 

Kampus ini legendaris banget di kalangan pemburu kuliah tanpa IELTS. Di laman resmi pendaftaran program studi teknik internasional mereka. 

University of Siegen secara transparan menuliskan bahwa mereka menerima sertifikat MoI sebagai pengganti sah TOEFL atau IELTS. 

Suasana kota Siegen yang tenang dan dikelilingi hutan juga cocok banget buat kamu yang mau fokus belajar tanpa banyak distraksi.

8. Eötvös Loránd University (ELTE) – Hongaria

  • QS World University Ranking: Top 500 Global
  • Jurusan Populer: Computer Science, Psychology, International Business Economics.
  • Alasan Harus Memilih 

ELTE yang berlokasi di Budapest adalah kampus utama yang bermitra dengan beasiswa populer Stipendium Hungaricum

Banyak fakultas di ELTE yang membebaskan dokumen TOEFL/IELTS jika pelamar sukses melewati ujian masuk tulis dan lisan (entrance exam) yang diadakan langsung secara online oleh tim internal fakultas mereka.

9. University of Malta – Malta

  • QS World University Ranking: Berada di kisaran Top 800 Dunia
  • Jurusan Populer: Marine Biology, Digital Games, International Business, Tourism.
  • Alasan Harus Memilih

Malta mungkin terdengar asing, tapi ini adalah negara kepulauan eksotis di Laut Mediterania yang menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa resmi nasionalnya! 

Karena seluruh sistem edukasinya berkiblat ke Inggris (UK), University of Malta dengan senang hati menerima surat MoI dari universitas asalmu. 

Selama bisa diverifikasi bahwa latar belakang pendidikanmu memang menggunakan bahasa Inggris secara aktif.

10. Paris School of Business (PSB) – Prancis

  • QS World University Ranking: Masuk dalam jajaran Top Tier Global Business Schools
  • Jurusan Populer: Luxury & Fashion Management, Brand Management, Luxury Marketing.
  • Alasan Harus Memilih 

Satu lagi opsi buat kamu yang mengincar karir di industri barang mewah (luxury brand). 

PSB yang terletak di pusat kota Paris menawarkan jalur seleksi khusus di mana kecakapan bahasa Inggrismu diukur langsung lewat wawancara mendalam mendetail dengan tim admisi kampus. 

Selama kamu bisa cas-cis-cus menjelaskan mimpimu di industri retail, kertas IELTS nggak bakal ditanyain lagi.

11. Universidad Antonio de Nebrija – Spanyol

  • QS World University Ranking: Terakreditasi tinggi di tingkat regional Uni Eropa
  • Jurusan Populer: Tourism & Hospitality Management, International Business, Art and Communication.
  • Alasan Harus Memilih 

Spanyol bukan cuma soal sepak bola dan tarian Flamenco. Universidad Antonio de Nebrija di Madrid menawarkan fleksibilitas luar biasa bagi mahasiswa internasional yang terkendala tes bahasa formal. 

Kampus menyediakan tes penempatan (placement test) bahasa Inggris internal secara daring yang wajib diikuti sebelum perkuliahan dimulai. 

Jadi, modalmu murni kesiapan diri saat tes tersebut, tanpa perlu bayar sepeser pun ke lembaga penguji eksternal.

Penutup: Siap Terbang ke Eropa Tanpa Beban Sertifikat Bahasa?

Nah, setelah membaca ulasan di atas, sekarang kamu tahu kan kalau jalan menuju Eropa itu nggak selamanya terhambat oleh TOEFL atau IELTS? 

Biar rencana kuliah di luar negeri, beasiswa, dan karir impianmu makin matang, jangan lupa ikuti update terbarunya di Instagram, TikTok, dan YouTube Mr.BOB Academia, ya! 

Nah, buat kamu yang lagi pusing atau overthinking soal skor IELTS/TOEFL yang belum sesuai target, jangan nyerah dulu. Tunggu apalagi yuk chat kita di WhatsApp. Good luck, future global scholars!

Related Post

Leave a Comment