Mr.BOB Academia – TOEFL Structure seringkali dianggap sebagai bagian yang paling mendebarkan saat kamu pertama kali membuka lembar ujian. Rasanya seperti sedang berjalan di tengah labirin yang penuh dengan jebakan tata bahasa yang halus namun mematikan. Tapi, jujur saja nih, sesi Structure and Written Expression ini sebenarnya bukan monster yang perlu ditakuti kalau kamu sudah tahu “peta” dan pola rahasianya.
Ibarat sedang bermain sebuah video game, kamu tidak perlu menghafal seluruh isi manualnya, cukup tahu di mana letak “bos besar” dan bagaimana cara mengalahkannya. Di artikel ini, kita akan mengupas tuntas empat materi inti yang menjadi pondasi utama setiap soal di sesi ini. Dengan memahaminya, skor 500 atau bahkan 600 bukan lagi sekadar impian di siang bolong, melainkan target nyata yang bisa kamu capai dengan penuh percaya diri!
Baca juga : 20 Contoh Soal TOEFL Structure dan Pembahasan Paling Sering Muncul
Kenapa Sesi TOEFL Structure Terasa Seperti Labirin?
Masalah utama banyak peserta adalah mereka mencoba mengartikan setiap kata ke dalam bahasa Indonesia. Padahal, TOEFL itu ujian sistematis. Sesi ini bukan tes kosakata, tapi tes arsitektur kalimat. Kamu ditantang untuk melihat apakah sebuah bangunan kalimat punya pondasi yang kokoh atau justru ada tiang yang hilang. Kalau kamu terlalu fokus pada arti, kamu bakal kehabisan waktu sebelum sampai ke soal nomor sepuluh.
Strategi Dasar TOEFL Structure: Fokus pada Pola, Bukan Hanya Arti
Bayangkan sebuah kalimat adalah sebuah puzzle. Tugasmu bukan menikmati gambar puzzle-nya, tapi memastikan setiap kepingan masuk ke lubang yang benar. Di bawah ini adalah empat materi “bos besar” yang wajib kamu taklukkan agar puzzle tersebut sempurna.
1. Subject dan Verb (Subjek dan Kata Kerja)
Ini adalah hukum rimba paling dasar dalam TOEFL: Setiap kalimat dalam bahasa Inggris wajib punya minimal satu subjek dan satu kata kerja (predikat). Tanpa salah satunya, kalimat itu roboh.
Aturan Baku: Satu Kalimat, Satu Pasangan Nyawa
Soal TOEFL sering banget kasih kamu kalimat yang panjangnya minta ampun, tapi ternyata subjeknya nggak ada. Atau sebaliknya, subjeknya ada, tapi kata kerjanya malah bentuk -ing yang nggak ditemani to be (seperti is, am, are). Ingat ya, kata kerja berakhiran -ing atau to-infinitive itu nggak bisa jadi predikat utama kalau sendirian.
Pengecoh Berupa Appositives yang Mengaburkan Pandangan
Sering lihat kata yang diapit dua koma di tengah kalimat? Itu namanya appositive. Tugasnya cuma memberi keterangan tambahan. Contohnya: “Budi, my best friend, is a doctor.” Di sini, my best friend bukan subjek. Subjek aslinya adalah Budi. Banyak peserta terkecoh menganggap isi di dalam koma sebagai subjek utama.
Hati-hati dengan Prepositional Phrases!
Selain appositive, ada lagi pengganggu bernama prepositional phrase. Ini adalah kelompok kata yang diawali kata depan seperti in, at, on, of, for. Benda yang menempel setelah kata depan ini tidak akan pernah jadi subjek. Jadi, kalau ada kalimat “The boxes of chocolate are on the table,” subjeknya adalah boxes (jamak), bukan chocolate (tunggal).
2. Clause Connectors (Kata Penghubung Klausa)
Kalau kalimat sederhana cuma butuh satu subjek dan satu kata kerja, gimana kalau kalimatnya panjang dan punya dua subjek serta dua kata kerja? Di sinilah kita butuh “lem” yang kuat bernama connector.
Membedakan Coordinate Connectors dan Complex Connectors
Ada dua jenis penghubung yang sering keluar. Pertama, coordinate connectors yang disingkat FANBOYS (For, And, Nor, But, Or, Yet, So). Polanya kaku: S + V, (connector) S + V. Kedua, ada complex connectors seperti because, although, while, if.
Kapan Kamu Butuh Koma? Aturan Main yang Sering Terlewat
Aturan mainnya simpel tapi krusial: Jika kata hubung (complex connector) ada di depan, kamu wajib pakai koma di tengah sebagai pemisah antar klausa. Tapi kalau kata hubungnya ada di tengah, komanya justru harus hilang. Kesalahan kecil kayak begini sering banget jadi jebakan.
3. Reduced Clauses (Penyederhanaan Klausa)
Materi ini adalah level lanjut yang sering bikin peserta garuk-garuk kepala. Reduced clause adalah cara orang Inggris memadatkan kalimat agar lebih ringkas tanpa mengubah makna aslinya.
Reduced Adjective Clauses: Menghapus Who, Which, dan That
Bayangkan kalimat: “The man who is standing there is my brother.” Bisa diringkas jadi: “The man standing there is my brother.” Kita menghapus kata hubung (who) dan to be (is). Kalau maknanya aktif, gunakan -ing. Kalau maknanya pasif, gunakan kata kerja bentuk ketiga (V3).
Reduced Adverb Clauses: Menghemat Kata Tanpa Mengubah Makna
Sama halnya dengan adjective clause, klausa keterangan juga bisa diringkas. Misalnya: “While he was walking, he found a wallet” jadi “While walking, he found a wallet.” Syarat utamanya cuma satu: subjek di kedua bagian kalimat harus orang atau benda yang sama.
4. Parallel Structure (Kesejajaran Bentuk)
Bahasa Inggris sangat menjunjung tinggi keadilan dan keseimbangan. Jika kamu menyebutkan daftar benda atau aktivitas, bentuknya harus setara.
Prinsip Keseimbangan dalam Daftar Kata atau Frasa
Jangan campur aduk bentuk kata. Jika menggunakan -ing, gunakan -ing semua. Jika menggunakan kata sifat, gunakan kata sifat semua. Contoh benar: “I like swimming, singing, and dancing.”
Konjungsi Berpasangan: Either/Or, Neither/Nor, dan Both/And
Ingat, pasangan ini sudah takdir, jangan dipisahkan atau ditukar. Selain pasangannya harus benar, jenis kata yang mengikutinya juga harus setara (paralel). Ini adalah poin “gratis” kalau kamu teliti melihat pasangannya.
Cara Berlatih TOEFL Structure yang Efektif Tanpa Bikin Botak
Belajar Structure itu jangan cuma baca teori. Kamu harus banyak “berenang” di kolam soal. Mulailah dengan mengerjakan soal tanpa waktu dulu untuk memahami pola. Setelah mulai terbiasa, baru pakai timer. Jangan lupa, catat setiap soal yang salah dan cari tahu kenapa kamu bisa terjebak di sana.
Kesimpulan: Kuasai TOEFL Structure Raih Skor 600!
Jadi, menaklukkan TOEFL structure sebenarnya bukan tentang seberapa jenius kamu dalam menghafal seluruh aturan tata bahasa Inggris yang rumit, melainkan tentang seberapa tajam mata kamu dalam mengenali pola-pola yang terus berulang. Dengan menguasai empat pilar utama mulai dari kesesuaian subjek dan kata kerja hingga struktur paralel, kamu sudah memegang kunci rahasia untuk mengubah sesi yang tadinya menakutkan menjadi ladang poin untuk mendongkrak skor total mu. Ingatlah bahwa kemampuan ini seperti otot yang perlu dilatih secara konsisten; semakin sering kamu menghadapi berbagai variasi soal, maka semakin otomatis otakmu akan menemukan jawaban yang tepat bahkan sebelum kamu selesai membaca seluruh kalimatnya.
Untuk kamu yang ingin mendapatkan lebih banyak tips kilat, bocoran materi seru, dan strategi jitu lainnya agar impian kuliah atau kerja di luar negeri segera terwujud, jangan sampai ketinggalan untuk mengikuti update terbaru kami. Yuk, langsung saja follow akun Instagram, TikTok, dan subscribe saluran YouTube kami untuk konten edukatif yang dibungkus secara santai setiap harinya. Jika kamu masih merasa bingung atau butuh bimbingan yang lebih personal untuk membedah masalah TOEFL structure milikmu, jangan ragu untuk segera menghubungi kami melalui konsultasi langsung via WhatsApp agar kami bisa membantu memetakan jalan kesuksesanmu meraih skor impian sekarang juga!






Leave a Comment